in

Bromo dari Patok 29

Nama Patok 29 berasal dari penomoran patok-patok pada tahun 1844. Saat Franz Wilhelm Junghuhn, seorang ahli geologi asal Jerman, membuat peta topologi di daerah itu. Ada patok nomor 27, 28, 29 dan seterusnya. Wilayah tersebut adalah cikal bakal lokasi yang kini dikenal sebagai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Orang lebih mengenalnya sebagai B29. Katanya karena tingginya 2900 mdpl. Namun, ketinggian yang sebenarnya adalah 2576 mdpl. Lebih rendah daripada Pananjakan yang 2755 mdpl.

Pemandangan alam di daerah ini adalah kawasan Bromo dari sisi timur. Lautan pasir Bromo nampak lebih luas. Puncak Gunung Kursi dan Watangan seperti bisa dijangkau tangan. Panorama matahari terbit tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan di Pananjakan. Kabut pagi berlimpah ruah. Menutupi area seluas 10 ribu meter persegi.***

Report

What do you think?

  Subscribe  
Notify of

Tetap berikhtiar

Beautiful view Friwen Island, taken from the height